Dengan dukungan dari Makam Suci Alawi, sekitar 1.500 muballigh wanita berpartisipasi dalam konferensi tahunan muballigh ke-15, yang diselenggarakan oleh Hauzah Ilmiah dan dalam kerangka rencana tabligh khusus hari-hari Arbain dengan slogan “Telinga yang mendengar akan memahaminya dan hati yang tulus akan menyampaikannya kepada orang lain.” Konferensi ini diadakan sejalan dengan persiapan pelaksanaan rencana tabligh khusus untuk hari-hari Arbain Imam Hussain.
Pentingnya Misi Tabligh Selama Arbain
Dalam konferensi ini, Hujjatul Islam Syaikh Thariq al-Baghdadi, seorang ustadz Hauzah Ilmiah, membahas pentingnya tabligh agama selama Arbain, sebagai salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, dalam ceramahnya.
Beliau menekankan perlunya memanfaatkan kehadiran jutaan orang ini untuk menyebarkan kesadaran agama dan melembagakan nilai-nilai Islam melalui wacana yang berdasar dan metode efektif yang disesuaikan dengan kebutuhan para jamaah.
Persiapan Untuk Memberikan Layanan
Karar al-Khafaji, kepala departemen urusan keagamaan Makam Suci Alawi, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Pusat Berita Makam Suci: “Kehadiran yang besar pada konferensi ini menunjukkan pentingnya kegiatan muballigh selama musim Arbain. Pelaksanaan program pendidikan dan pengarahan terus berlanjut agar kemampuan ilmiah dan profesional para muballigh dapat ditingkatkan dan mereka dapat memenuhi peran pendidikan dan budaya mereka dengan sebaik-baiknya sesuai dengan karakteristik musim keagamaan yang agung ini.”
Meningkatkan Kesiapsiagaan
Fathimah as-Syamri, yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan program ini, juga menyatakan: “Konferensi ini merupakan bagian dari serangkaian program pendidikan dan pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan ilmiah dan keahlian teknis para muballigh sebelum dimulainya misi lapangan.
Dalam program ini, mekanisme kegiatan misionaris dan pelayanan selama Arbain dijelaskan, dan kartu identitas khusus dibagikan untuk para muballigh yang ditempatkan di pos-pos tabligh untuk menjawab -pertanyaan pertanyaan keagamaan.”
Konferensi ini diadakan dalam kerangka program bersama antara Makam Suci Alawi dan Hauzah Ilmiah untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang Arbain dan tujuannya adalah memperkuat kegiatan lapangan muballigh, menyediakan tenaga khusus untuk memberikan bimbingan keagamaan, menjawab pertanyaan keagamaan dan memberikan pelayanan kepada peziarah wanita di berbagai titik sepanjang rute prosesi Arbain.















