342 tahun setelah Hari Ghadir pada tahun ke-10 kalender Hijriah, dengan munculnya dinasti kerajaan Syiah Iran di dunia Islam dan penaklukan Baghdad oleh Dinasti Buwaih, setelah sebelumnya selama berabad-abad diperintah oleh dinasti Umayyah dan Abbasiyah, sebuah jendela kesempatan terbuka bagi kaum Syiah untuk bernapas lega. Untuk pertama kalinya, tanggal 18 Dzulhijjah ditetapkan sebagai hari raya Muslim terbesar di dunia dalam kalender hijriah dan kaum Syiah di seluruh dunia merayakan hari ini sebagai hari kepemimpinan Amirul Mukmninin As karena sebelum Dinasti Buwaih berkuasa dan perayaan besar Idul Ghadir dirayakan di bawah panji pemerintah Iran, kaum Syiah merayakan Idul Ghadir secara diam-diam atau terbatas dikarenakan tekanan penguasa di masa itu.
Berdasarkan dokumen sejarah, diketahui bahwa perayaan Idul Ghadir pertama kali secara publik dan nasional diadakan pada tahun 352 Hijriah, yaitu 24 tahun usai gaib kubro Imam Zaman As.
Sejak saat itu, masyarakat Iran meliburkan kegiatan dan menghiasi kota-kota pada hari besar ini, toko-toko buka hingga pagi hari, orang-orang memukul genderang, meniup terompet,\ dan menyalakan kembang api sebagai tanda kegembiraan.