Dengan dukungan dari Makam Suci Alawi dan upaya Hauzah Ilmiah Najaf Al-Asyraf, konferensi pemuda keempat yang bertema “Mahasiswa dalam pemikiran Arbain; Kesadaran akan Keyakinan dan Keteguhan di Jalan” diselenggarakan di Makam Suci Alawi. Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua pengurus Makam Suci Alawi, Sayyid Isa al-Khursan, sekelompok Ustadz dan Ulama Hauzah Ilmiah, tokoh akademis dan lebih dari seribu muballigh dari berbagai universitas Irak, sebagai bagian dari program persiapan momen Arbain Husaini.
Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ja’far al-Hakim, salah satu Ustadz Hauzah Ilmiah, menyatakan dalam ceramahnya: “Hauzah Ilmiah mengemban tanggung jawab keagamaan dan sosialnya dalam mendukung program-program khusus untuk para pemuda, melembagakan kesadaran keagamaan, mempromosikan moderasi dan melindungi generasi muda dari ide-ide menyimpang dan ekstremis.”
Ia menambahkan: “Kegiatan tabligh selama Arbain merupakan kesempatan berharga untuk berkomunikasi langsung dengan para peziarah, menjawab pertanyaan mereka, memberikan bimbingan dan arahan, serta memperoleh pemahaman yang lebih dekat tentang masyarakat dan berinteraksi dengan kebutuhan mereka; sesuatu yang membantu mewujudkan hubungan antara ajaran agama dan realitas sosial.”
Hasan Nasir, seorang perwakilan mahasiswa, mengatakan: “Kehadiran mahasiswa universitas yang luas dalam rencana tabligh khusus Arbain menunjukkan kesadaran generasi muda dan komitmen mereka untuk melayani para peziarah dan menyampaikan pesan Imam Husain As.”
Ia juga menyerukan kepada mahasiswa untuk menjadikan pedoman Marja’ yang merupakan otoritas keagamaan tertinggi sebagai fokus kegiatan mereka, sebagai mercusuar kesadaran dan poros pelestarian identitas keagamaan dan nasional dan menekankan bahwa mahasiswa memainkan peran kunci dalam keberhasilan misi tabligh selama momen Arbain.
Perlu dicatat bahwa Makam Suci Alawi sejauh ini telah menampung lebih dari empat ribu muballigh baik pria maupun perempuan dalam kerangka persiapan yang diperlukan untuk hari Arbain. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana tabligh terpadu yang bertujuan untuk memperluas kesadaran keagamaan dan budaya di kalangan peziarah dari dalam dan luar Irak.












